• Home
  • About
  • Blog
  • Food
  • Travel
  • Beauty
  • Hype
  • Drama-Korea
facebook twitter instagram linkedin

melanoktavia

Pagi ini cerah sekali. Tak seperti biasanya, udara segar dan matahari menampakkan kegagahannya. Sejak kemarin, aku ingin pergi keluar rumah. Tapi ayah ibu bilang tidak boleh keluar rumah. Padahal sudah kukatakan udara sedang bagus-bagusnya, matahari sangat hangat, bunga bermekaran.

Tetap saja aku tidak boleh keluar. Ayah bilang, saat ini sedang terjadi bahaya diluar sana. Ibu bilang udara sejuk yang ku lihat dari dalam ini tak sesejuk saat kita keluar rumah.Tetap aku ingin main. Terbang kesana-kemari di atas bunga-bunga, menghisap sari-sari bunga dan melihat orang-orang bernyanyi.


Malam hari, aku berniat membuka pintu dan terbang keluar. Ayah dan ibu sudah terlelap pulas. Saatnya aku keluar. Kubuka kunci pintu depan, ternyata terlalu berisik. Ayah terbangun dan mulai menghela nafasnya. ku pikir akan dimarahi habis-habisan. ternyata ayah menyuruhku kembali tidur, ibu menemani sambil ku terisak menangis. Aku ingin main, bu. Ibu mengelus kepalaku.


Pagi harinya, ku lihat lagi ke arah luar jendela. Udara segar dan matahari bersinar. Bungapun tumbuh bermekaran. Ayah memanggilku, menyuruhku melihat kearah sisi jendela yang lain.

"Kau lihat, nak?"

Aku terkejut melihat isi luar jendela yang penuh dengan udara hitam, bunga layu, tak ada sinar matahari.

Ayah bilang, jika kita tidak didalam rumah untuk sementara waktu, udara hitam ini akan menutupi seluruh kota. Sabar, Tunggu  sebentar lagi, tidak akan lama kita bisa bermain di kebun bunga, menari diatas bunga yang bermekaran, merasakan hangat mentari, menghirup udara segar.

Sekarang, dirumah aja ya.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgMuEUrkK4ByldBq81gW4LGp1r91hMfdzy3mumaEfruVPpzrBPOd6Db-j8S9BEQ3U3P7jYpy3pAoYAn7hhJ7jFimg-VO8uSYpmxy-ZgTWK2SzWUh_g2JjMN9Rp5siut4gjyP55Cd_HU8aY/s640/Capture.PNG

Photo by doodle Google

 

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar


Hollaaa, Nanti Kita Cerita Hari Ini merupakan salah satu buku yang saya dapatkan hadiah dari seorang sahabat di Oktober ini. Buku hasil karya Marcella FP yang laris dipasaran ini membentuk kesederhanaan merasuk kedalam jiwa. Launching pada tanggal  27 Oktober 2018 dan langsung habis dalam hitungan menit di toko buku. Antrian panjang diseluruh toko buku adalah pemandangan yang terlihat dalam pembeliannya. 

Buku ini berisikan surat untuk masa depan yang ditulis ibu karena ibu takut lupa rasanya muda. Buku yang berhalaman 200 halaman ini tak bertuliskan nomor halaman ditiap lembarnya, dengan full color dan gambar-gambar yang lucu ini mengajak kita untuk meresapi tiap pesan yang ibu sampaikan.


Pertama kali pesan-pesan ibu muncul melalui instagram @nkcthi , melalui sosial media ini Marcella FP, sang penulis membuat feed instagram penuh warna dan makna. Disetiap postingannya selalu tersirat tentang kehidupan yang lalu maupun pembelajaran untuk di masa depan. Selain menuangkan lewat sosial media, Marcella juga membuat playlist Nanti Kita Cerita Hari Ini di Spotify. Malam hari, membaca buku ini halaman demi halaman sambil meresapi maknanya, sembari memutarkan playlist nanti kita cerita hari ini di Spotify, tak terasa dada sekita sesak, ujung mata sedikit basah dan ada juga halaman yang membuat tersenyum kecil menertawakan kebodohan masa lalu dan meyakini takkan terulang lagi di masa depan karena sudah tahu kuncinya setelah membaca buku ini.

Selalu ada yang pertama kali dalam banyak hal.

Sesederhana itu pesan dari kakak perempuan di bab Pagi, Wajar jika gugup menjadi teman. Setiap orang pasti merasakan hal yang sama pada pengalaman pertamanya. Tak perlu dihindari, cukup dihadapi. 

Apa yang salah dari sedih
Bila malang datang, silakan bersedih
Tapi..
Tolong jangan terlalu lama

Untuk yang sedang bersedih. Untuk kamu yang merasa sendiri. Ibu memberi pesan jangan hindari sedih jika memang datang. Tapi jangan terlalu lama. Karena hidup tak hanya tentang kesenangan, tapi juga ada kesedihan. Dunia berputar dan ini tentang bagaimana cara berjuang dalam kehidupan.


Banyak pesan yang ibu sampaikan dan wajar di sampul belakang buku terdapat tulisan Self Improvement membuat pembaca menyadari tentang masa lalu, memahami masa sekarang dan berjuang untuk masa depan yang akan dilalui.   

Nanti kita cerita 
tentang hari ini ...
Besok kita buat
yang lebih baik lagi 

Judul Buku : Nanti Kita Cerita Hari Ini
Penulis dan Ilustrator: Marchella FP
Penerbit: POP
Dicetak oleh PT. Gramedia
Halaman: 200 hlm,; 14,5 cm x 18 cm
ISBN : 978-602-424-821-5
Harga: Rp. 125.000

Menarik, kan? Kalau yang masih belum mendapatkan bukunya, sekarang sudah beredar lagi di toko-toko buku Gramedia dan bisa juga dibeli secara online, loh.

Selamat membaca 😊
Salam manis dan hangat 💕


 




Share
Tweet
Pin
Share
No komentar


Minggu, 3 September 2017 menjadi hari teristimewa untuk 2 sejoli yang akhirnya dipersatukan dengan janji suci, Raisa dan Hamish. Kemeriahan dan kemewahan acara dari pagi hingga malam hari terpancarkan megah oleh kedua pengantin. Aura kebahagiaan sangat terasa menghangatkan tempat acara. Semua orang yang hadir mendapatkan energi positif dari kedua mempelai.

Hari minggu pagi ini, Hamish berikrar dengan menatap yakin ke arah Ayah Raisa, mengucap janji sehidup semati dengan mahar 500gr logam mulia. Bukan angka yang kecil untuk mahar, jika di rupiah-kan jangan tanya akan ada berapa digit angkanya 😁. Berbalut busana adat sunda, Raisa dan Hamish terlihat cantik dan tampan. Bahagia dan haru menyelimuti atmosfer di tempat acara.

setelah berucap janji, dua insan yang telah resmi menjadi suami istri tersebut, kembali mengadakan acara adat sunda. Kemudian dilanjutkan dengan resepsi di malam harinya. Keromantisan Raisa dan Hamish semakin terlihat. Pantas saja hari itu menjadi hari patah hati nasional jilid 2 untuk para penggemar Raisa dan Hamish. Tagar tersebut sempat menjadi trending topic di sosial media, Raisa dan Hamish menanggapi positif dan berterimakasih untuk apresiasinya untuk mereka.

Bridestory dengan apik dan cantik mengunggah setiap moment Raisa dan Hamish di Instagram @thebridestory juga facebook fanpage The bride Story sehingga semua netizen bisa ikut menikmati kebahagiaan Raisa dan Hamish. (Terima kasih bridestory hihi 😁)

Selamat atas pernikahannya kak Yaya dan bang Hamish, bahagia selalu dan tetap saling menemani di setiap langkah.





Nih dikasih bonus biar tambah baper maksimal 😂


Source Photo: www.bridestory.com
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Yaya sapaan hangat untuk Raisa, the best singer on planet (Menurut Hamish hehe), Lusa lalu, 29 Agustus 2017 mengadakan acara pengajian, siraman dan acara adat sebelum melangsungkan pernikahannya bersama Hamish Daud. Pelantun lagu "Usai disini" tersebut menggunakan ritual adat sunda Ngeuyeuk Seureuh. Saya pun yang merupakan keturunan jawa, kurang paham dengan ritual adat ini. Tapi setelah foto-foto di instagram dan medsos lainnya memamerkan kemesraan kak yaya dan bang hamish, Baper yang berujung kepolah jadinya. 



Apasih Ngeuyeuk seureuh? 
Jadi, menurut wikipedia, Ngeuyeuk seureuh biasanya diselenggarakan sehari sebelum akad nikah, dapat juga pada sore hari atau malam hari setelah akad nikah, dirumah orang tua pengantin wanita. Pelaksananaanya dipimpin oleh seorang wanita yang telah berumur yang disebut pangeuyeuk. Acara adat ini biasanya dihadiri oleh: Kedua orang tua calon pengantin, keluarga terdekat yang sudah berkeluarga atau dewasa dan orang yang sudah berumur dan dianggap perlu.

Dikutip dari bridestory, Prosesi ini merupakan simbol permintaan restu kedua calon mempelai kepada orangtua masing-masing. Restu, nasihat dan doa yang mengiringi langkah keduanya menuju gerbang pernikahan pun lantas diberikan lewat berbagai benda-benda yang dihadirkan oleh sang pemandu adat. Tak sedikit benda-benda yang dihadirkan dalam prosesi adat ini, biasanya terdiri dari bahan dan alat yang mengandung simbol-simbol. Pada setiap tempat, perlengkapan ritual ini berbeda-beda, tapi sirih merupakan bahan terpenting dalam prosesi ini.



Mau tau tahapan acaranya? 
Seperti dilansir dari salangit.wordpress.com, tahapan yang dilakukan yaitu:
1. Nini Pangeuyeuk memberikan 7 helai benang kanteh sepanjang 2 jengkal kepada kedua calon mempelai. Sambil duduk menghadap dan memegang ujung-ujung benang, kedua mempelai meminta izin untuk menikah kepada orangtua mereka. 
2. Kemudian Pangeuyeuk membawakan Kidung berisi permohonan dan doa kepada Tuhan sambil nyawer (menaburkan beras sedikit-sedikit) kepada calon mempelai, simbol harapan hidup sejahtera bagi sang mempelai. 
3. Calon mempelai dikeprak (dipukul pelan-pelan) dengan sapu lidi, diiringi nasihat untuk saling memupuk kasih sayang. 
4. Kain putih penutup pangeuyeukan dibuka, melambangkan rumah tangga yang bersih dan tak ternoda. Menggotong dua perangkat pakaian di atas kain pelekat; melambangkan kerjasama pasangan calon suami istri dalam mengelola rumah tangga. 
5. Calon pengantin pria membelah mayang jambe dan buah pinang. Mayang jambe melambangkan hati dan perasaan wanita yang halus, buah pinang melambangkan suami istri saling mengasihi dan dapat menyesuaikan diri. Selanjutnya calon pengantin pria menumbuk alu ke dalam lumping yang dipegang oleh calon pengantin wanita. 
6. Membuat lungkun, yakni berupa dua lembar sirih bertangkai berhadapan digulung menjadi satu memanjang, lalu diikat benang. Kedua orangtua dan tamu melakukan hal yang sama, melambangkan jika ada rezeki berlebih harus dibagikan. 
7. Diaba-abai oleh pangeuyeuk, kedua calon pengantin dan tamu berebut uang yang berada di bawah tikar sambil disawer. Melambangkan berlomba mencari rezeki dan disayang keluarga. 
8. Kedua calon pengantin dan sesepuh membuang bekas ngeuyeuk seureuh ke perempatan jalan, simbolisasi membuang yang buruk dan mengharap kebahagiaan dalam menempuh hidup baru. 
9. Menyalakan tujuh buah pelita, sebuah kosmologi Sunda akan jumlah hari yang diterangi matahari dan harapan akan kejujuran dalam mebina kehidupan rumah tangga. 



Seperti itulah tahapannya, terdengar seru ya. Tapi acara ini katanya gak boleh dihadiri sembarang orang loh. Yang tidak boleh hadir dalam acara ini, yaitu: Anak gadis, Anak laki-laki yang belum akil balig, Wanita yang telah berumur dan belum pernah kawin, Anak wanita yang belum pernah mendapat menstruasi/ haid yang dalam bahasa sunda disebut wanita balangantrang dan Wanita atau pria yang sering kawin.

Dengan adanya prosesi adat ini, kak Yaya dan bang Hamish ikut serta melestarikan budaya tradisional sunda dan buat temen-temen muda belia yang sebelumnya belum tahu pun jadi makin mencintai budaya tradisional di Indonesia. 

Kabarnya, tanggal 3 September 2017 menjadi pilihan kak Yaya dan bang Hamish untuk melangsungkan pernikahannya di salah satu hotel di Jakarta Pusat. 

Semoga acaranya lancar ya kak Yaya - Bang Hamish, selalu diberkahi kesehatan dan kebahagiaan. Kira-kira tanggal 3 September nanti akan jadi Hari Patah Hati Nasional jilid 2 gak ya?

Source Image: www.bridestory.com
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Sabtu kemarin, tepat tanggal 20 Agustus 2016, Sheila on 7 hadir di acara Soundsfest 2016 yang digelar di Summarecon Mall Bekasi. Gak mau ketinggalan, saya dan partner pun ikut bergabung menjadi salah satu penikmat music di acara ini. Saya bersama partner sudah membeli tiketnya jauh-jauh hari dengan pemesanan yang sudah disediakan oleh pihak penyelenggara yaitu Mapspro. Di acara ini tidak hanya sheila on 7 yang akan tampil tapi ada juga Rumah sakit Band, The Trees & The Wild, Midnight Quickie dan masih banyak yang lainnya.


Sesungguhnya, acara ini open gate jam 3 sore. Tapi saya dan partner datang ke acara tersebut jam 8. Ternyata antusias dari rakyat Bekasi dan sekitarnya cukup tinggi. Tempat di depan panggung sudah penuh sesak, saya pun menanti sheila on 7 lumayan jauh dari jarak panggung.



Sesuai rundown, sheila on7 tampil jam 9 malam. Ternyata dikenyataannya sheila on7 tampil hampir jam setengah 10 malam. Akhirnya setelah menanti cukup lama, band yang sudah dinantikan rakyat Bekasi dan sekitarnya tampil juga. Gemuruh sorak sorai sheilagank terdengar riuh. Diawali dengan lagu “Bila Kau Tak Disampingku” Mas Duta dkk (Minus mas Brian karena mas brian harus ada acara 7 hari-an Alm. Ibunda) Berhasil menghipnotis sheilagank yang datang. Tidak hanya anak muda yang hadir, terlihat juga ibu-ibu muda sambil membawa anaknya di stroller bayi, ada juga pasangan ibu dan bapak yang cukup berumur. Ini memang membuktikan Sheila On 7 tidak hanya di gemari anak-anak muda.


Ke-eksistensi-an Band ini memang tidak perlu lagi di pertanyakan. Band tahun 90-an ini tak pernah kehabisan kharismatiknya. Lagu-lagunya yang tak pernah lekang oleh jaman terus terngiang diingatan sheilagank dan penikamat music lainnya.




Suara khas Mas Duta, petikan gitar Mas Eross, petikan bass Mas Adam pun sontak meriuhkan Summarecon Mall Bekasi malam itu. Bernyanyi bersama adalah ritual yang pasti dilakukan. Setelah lagu bila kau tak disampingku, lagu selamat datang –pun ikut memeriahkan malam minggu itu. Lagu itu aku, anugerah terindah yang pernah ku miliki, dan lagu betapa.


Berhubung sudah terlalu larut, saya dan partner pun harus pulang sebelum acara selesai. Lagu My Lovely mengiringi langkah kaki kami ke tempat parkir. Dan akhirnya kami pun harus rela pulang saat itu.


Meskipun begitu, perform yang berhasil saya abadikan lewat video masih terus saya putar :)






Special Thanks :

Mas Cay untuk semuanya

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

“Terkadang kesulitan harus kamu rasakan terlebih dulu
sebelum kebahagiaan yang sempurna datang kepadamu”
RA Kartini

Tepat hari kamis ini jatuh pada tanggal 21 April, dimana hari ini merupakan tanggal kelahiran RA Kartini. Beliau merupakan pahlawan wanita Indonesia yang mempelopori kebangkitan perempuan di pribumi. Setiap tahunnya, pada tanggal ini semua perempuan di negeri ini memperingati bangkitnya emansipasi wanita. Dari siswa TK hingga teman-teman yang sudah bekerja pun memperingatinya, biasanya pada tanggal 21 April ini, setiap wanita menggunakan kebaya, berkonde dan berbaju adat. Google pun memperingati hari kartini dengan menampilkan doodle RA Kartini. Hujan angin tak menghalangi untuk menunjukkan rasa bangganya terhadap Ibu Kartini. Semua social media penuh dengan postingan upload photo masing-masing si empunya akun yang ikut serta memperingati Hari Ibu Kartini di Instansinya masing-masing. Sayang, hujan membuat saya tidak dapat bergerak keluar rumah karena terjebak akses jalan yang sudah tergenang air. Jadi, saya hanya bisa melihat postingan teman-teman menggunakan kebaya yang sudah mereka persiapkan sebelumnya. Cantik- cantik sekali loh mereka.

Tidak hanya berhenti dengan menggunakan baju adat ataupun kebaya saja, tapi apa sebenarnya kita tahu bagaimana perjalanan hidup ibu RA Kartini? Apakah beliau juga ikut berperang? Dan Kenapa hari kelahirannya bisa ditetapkan sebagai hari besar?

Tak sedikit yang hanya tahu, RA Kartini merupakan pahlawan wanita Indonesia yang berjuang menegakkan kesetaraan gender dan emansipasi perempuan.

“Ketahuilah bahwa adat negeri kami melarang keras gadis-gadis keluar rumah. Ketika saya berusia 12 tahun lalu saya ditahan di rumah; saya mesti masuk tutupan, saya dikurung di dalam rumah seorang diri sunyi senyap terasing dari dunia luar. Saya tiada boleh keluar ke dunia itu lagi bila tiada serta dengan seorang suami, seorang laki-laki yang asing sama sekali bagi kami, dipilih oleh orang tua kami untuk kami, dikawinkan dengan kami, sebenarnya tiada setahu kami.” 
(Surat Kartini kepada Zeehandelaar, 25 Mei 1899)

Nah singkat cerita, RA Kartini lahir dari keluarga bupati jepara. Beliau hidup berkecukupan dari kehidupan seri-hari hingga pendidikannya. Beliau bukan merupakan pahlawan yang ikut berperang melawan penjajah, tapi beliau berjuang melalui ide-idenya yang menginspirasi kaum wanita untuk memeperjuangkan kesetaraan gender. Yang dimana pada masa RA Kartini kaum perempuan tidak mendapatkan pendidikan yang tinggi, tidak adanya kesetaraan gender antara kaum laki-laki dan perempuan juga kaum perempuan harus melalui masa pingitan dan tidak bebas untuk memilih. RA Kartini mengirimkan surat kepada sahabat penanya yang berisikan harapan untuk memperoleh pertolongan dari luar untuk memajukan kaum perempuan jawa.

“Jalan kehidupan gadis Jawa itu sudah dibatasi dan diatur menurut pola tertentu. Kami tidak boleh mempunyai cita-cita. Satu-satunya impian yang boleh kami kandung ialah, hari ini atau besok dijadikan istri yang kesekian dari seorang pria. Saya tantang siapa yang dapat membantah ini. Dalam masyarakat Jawa persetujuan pihak wanita tidak perlu. Ia juga tidak perlu hadir pada upacara akad nikah. Ayahku misalnya bisa saja hari ini memberi tahu padaku: Kau sudah kawin dengan si anu. Lalu aku harus ikut saja dengan suamiku. Atau aku juga bisa menolak, tetapi itu malahan memberi hak kepada suamiku untuk mengikat aku seumur hidup tanpa sesuatu kewajiban lagi terhadap aku. Aku akan tetap istrinya, juga jika aku tidak mau ikut. Jika ia tidak mau menceraikan aku, aku terikat kepadanya seumur hidup. Sedang ia sendiri bebas untuk berbuat apa saja terhadap aku. Ia boleh mengambil beberapa istri lagi jika ia mau tanpa menanyakan pendapatku. Dapatkah keadaan seperti ini dipertahankan, Stella?”
(surat Kartini kepada Stella Zeehandelaar, 6 November 1899)

Namun pada akhirnya RA Kartini tetap mengikuti adat istiadat dan permintaan ayah nya ketika diminta untuk menikah dengan pilihan sang ayah, yaitu menikah dengan bupati dari Rembang. Setelah beliau menanggalkan egonya untuk memilih menikah muda daripada berkarir, ternyata  RA Kartini memiliki suami yang mengerti dan mendukung keinginannya untuk mendirikan sekolah khusus kaum wanita.

“… andaikata aku jatuh di tengah-tengah perjalananku, aku akan mati bahagia, sebab bagaimanapun jalannya telah terbuka, dan aku telah ikut membantu membuka jalan itu yang menuju kepada kemerdekaan dan kebebasan Wanita Jawa (*baca: wanita Indonesia)”
 - DDTL halaman 81

RA Kartini meninggal pada usia 25 tahun tepatnya pada tanggal 17 September 1904 . beliau meninggal setelah 3 hari melahirkan putra pertamanya yang bernama Soesalit Djojoadhiningrat pada tanggal 13 September 1904.

“Kami di sini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak-anak perempuan, bukan sekali-kali, karena kami menginginkan anak-anak perempuan itu menjadi saingan laki-laki dalam perjuangan hidupnya, tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya; menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama.”
(Surat Kartini kepada Prof. Anton dan Nyonya pada 4 oktober 1902)

Namun, jasanya tetap kami kenang sampai saat ini. Perjuangannya masih di teruskan. Perempuan Indonesia juga berhak mendapatkan pendidikan tinggi. Perempuan berhak mengeluarkan pendapatnya. Perempuan juga berhak memilih karir sesuai keinginannya. Meskipun kodratnya menjadi seorang istri dan seorang ibu, Dian Sastrowardoyo juga pernah mengutip quote yang menurut saya sangat menginspirasi juga.

“Entah akan berkarir atau berumah tangga, seorang wanita wajib berpendidikan tinggi karena ia akan menjadi ibu. Ibu-ibu cerdas akan menghasilkan anak-anak cerdas.”
 – Dian Sastrowardoyo

Karena berjuang tidak harus angkat senjata, berjuang tidak harus ada pertumpahan darah dan berjuang tidak harus dengan menunjukkan kekuatan fisik. RA Kartini berjuang dengan ide-idenya dan gagasannya untuk emansipasi wanita dan menjadikan RA Kartini menjadi salah satu pahlawan Indonesia. Bapak W.R. Supratman juga menciptakan lagu berjudul “Ibu Kita Kartini” sebagai salah satu lagu nasional Indonesia.

Selamat hari kartini untuk seluruh wanita Indonesia.
Wanita berhak mendapatkan pendidikan yang tinggi.


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Mau kasih kartu ucapan yang berbeda ketika si dia atau sahabat sedang ulang tahun? Bisa aja kok.
Mau bikin kartu ucapannya dengan hasil karya tangan sendiri? Mudah kok.
Mau bikin kartu ucapannya jangan yang biasa-biasa aja? Bisa banget kok.

Semuanya bisa-bisa aja loh, Asalkan niat untuk melakukannya ya *kasih emot melet*
Kali ini, saya akan membuat pop up kartu ucapan ulang tahun. Bahan-bahan yang digunakan tidak banyak dan pembuatannya pun mudah. Pasti setiap orang bisa kok membuat pop up kartu ucapan ini. Apalagi kartu ucapan ini bisa juga dikreasikan dengan kreativitas sendiri.

Ini dia bahan-bahan dan alat yang digunakan:



1.       Kertas berwarna yang agak tebal (kalo saya pake kertas yang buat sampul belakang jilid-an di abang fotokopian hehehehe)
2.       Kertas origami
3.       Benang
4.       Gambar kue
5.       Gunting
6.       Pensil & pulpen
7.       Penggaris
8.       Lem

Dan sekarang, mari kita buat pop up kartu ucapan ulang tahun, caranya mudah kok yuk kita coba:
1.       Pertama-tama lipat salah satu kertas berwarna menjadi dua bagian.


2.       Kemudian pada garis tengah tersebut kita buat garis yang nantinya akan kita gunting.


3.       Lalu gunting garis yang tadi sudah kita buat dengan pensil dan penggaris tadi kemudian di tekuk kedepan menjadi seperti gambar dibawah ini:



4.       Tempelkan gambar kue di tengah tekukan kertas, dan kreasikan dikanan kirinya dengan menempelkan kertas panjang seolah-olah adalah tiang.


5.       Selanjutnya benang kita gunting sesuaikan panjangnya karena kita akan membuat tempelan dengan kertas origami yang bertuliskan happy birthday.

6.       Kemudian benang yang sudah kita tempelkan kertas origami dengan tulisan happy birthday maka benang ditempelkan pada kertas diantara kue yang sebelumnya sudah kita tempelkan.

7.       Lalu tempelkan kertas berwarna yang agak tebal dengan warna yang berbeda sebagai sampulnya.
8.       Terakhir buatlah lingkaran dari kertas origami seoah-olah itu adalah balon yang akan ditempelkan pada sampul kartu ucapan.



9.       Jadilah pop up kartu ucapan ulang tahun hasil karya sendiri.

Tampak depan

Setelah Kartu Ucapan di buka

Mudah bukan membuatnya? Tidak perlu mahal tapi terlihat kreatif hehehe

jangan lupa kuncinya selain kreatif adalah SABAR  *kasih emot senyum senyum manja dan jempol*

Selamat mencoba sahabat-sahabat manis semua, semoga orang terkasih yang diberikan dapat merasa menjadi orang paling special.
Salam manis

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Older Posts

About me



Holla, saya Melan. Kuli coding yang merangkap sebagai penulis diblog ini. Selain berbagi rasa, disini saya juga berbagi info-info menarik loh. Semoga bermanfaat buat temen-temen semuanya. Selamat membaca dan menikmati. Terima kasih, salam manis dan hangat ♥

Follow Us

  • facebook
  • twitter
  • Instagram

Categories

berbagimanisan foodhunter manisanmanis travelling

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2020 (1)
    • ▼  Mei (1)
      • Dirumah Aja Ya
  • ►  2019 (2)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2018 (8)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (3)
  • ►  2017 (8)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2016 (9)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Januari (4)
  • ►  2015 (7)
    • ►  Desember (3)
    • ►  November (3)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2014 (7)
    • ►  November (2)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2013 (6)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Mei (3)
  • ►  2012 (11)
    • ►  Desember (3)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2011 (11)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (2)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2010 (3)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Juli (2)

View

Friends

FOLLOW ME @INSTAGRAM

Created with by ThemeXpose