• Home
  • About
  • Blog
  • Food
  • Travel
  • Beauty
  • Hype
  • Drama-Korea
facebook twitter instagram linkedin

melanoktavia

Ketika rintikan hujan, hembusan angin malam, jantung yang berdegup kencang.
Ketika hati yang tak tahu harus berkata apa.
Ketika mulut tak mampu untuk berbisik.
Kunang-kunang tersenyum merendah kala melihat kita.
Bersinar membentuk cahaya berisyarat kan anggukan untukmu.
Bintang-bintang bercahaya membuat gugusan.
Membentuk inisial menembus hatiku.
Bulan melengkungkan senyum.
Memberikan kehangatan untuk dinginnya malam.
Dan ketika kau menghilang bayanganmu menjauh.
Tiba-tiba muncul gugusan rindu yang berbisik namamu.
Iya-kan saja dan berharap tak akan ada sesal nantinya.
Iya-kan saja dan lakukan yang terbaik.
Iya-kan saja dan percaya padanya yang takkan membuatmu menangis, janjinya.

Jangan pernah ingkari janji, untuk 1 kali ingkari janji maka bayarannya ketidakpercayaan ditiap waktu.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Kopi hangat di tengah rintik hujan.
Menenangkan pikiran, katamu.
Mencerahkan hujan, bisikmu.
Menghangatkan suasana, katamu.
Kopi hangat di pinggiran senja.
Mengharumkan sepanjang hari, katamu.
Mengindahkan soremu, katamu.
Menjadikan orange di mataharimu.
Kopi hangat selalu beraroma ditiap harimu.
Kopimu terlihat hitam tak berwarna cerah.
Tapi mampu menyempurnakan harimu.

Caramu membuat kopimu.
Caramu meminum kopimu.
Caramu menghidangkan kopimu.
Caramu  meniup-niupkan kopimu.
Dan semua caramu bersama kopimu.
Membuat aku menyukaimu dan kopi.

Aku jatuh cinta.
Padamu dan kopi.
Pada caramu.
Pada keindahanmu.
Pada aromamu.


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Siang ini disudut tempat yang sama, pada hati yang baru.

Terlihat berbeda untuk semua yang kutatap dengan dua bola mataku. Bunga-bunga terlihat bermekaran cantik hingga harumnya tak lenyap terbawa angin. Matahari yang biasanya menyengat ternyata bersinar teduh. Angin yang berhembus menggodaku untuk bernyanyi tentang rasa bersyukur. Kupu-kupu cantik yang menggelitik mengajak ku berdansa bersama. Semua terlihat berwarna cerah dan indah. Awan, langit, rumput, semuanya iya semuanya indah. Termasuk sosok yang tiba-tiba mendekat yang awalnya ku kira hanya sebuah fatamorgana semata dari semua keindahan hari ini. tapi tidak, ternyata sosoknya makin mendekat dan makin terlihat jelas menghampiriku yang hanya duduk bersama duniaku sendiri ini. semua yang ku lihat indah nan elok makin berwarna sangat sangat indah ketika sosok itu makin lama makin menunjukkan nyatanya. Bak malaikat datang dari khayangan yang ku kira hanya untuk tempat berkumpulnya bidadari-bidadari cantik, terselip satu makhluk tampan tak terlukiskan yang membuat segalanya lebih berwarna terang dan membuatku mulai berdiri lalu melangkah maju mendekatinya.

Menawarkan segenggam warna indah untukku, sosok itu tersenyum manis. Sangat manis. Tak lepas lagi tatapanku kali ini pada mata indahnya, alisnya yang tebal, hidungnya, bibirnya yang melengkung layaknya pelangi memancarkan warna indahnya, juga semua pada setiap sudut wajahnya yang indah. Dan hatinya, ditawarkan agar aku mampu menjaganya. Ragu ku memuncak entah apa yang kutakutkan namun tatapannya sangat meyakinkanku menjawab mampu. Dan ku jawab “iya”, sambil berdo’a dalam hati “semoga tetap seperti ini, saling melengkapi, saling menyayangi, saling memberi warna indah dan saling memahami sampai nanti sampai seterusnya, sampai waktupun menyerah pada kekuatan kita berdua”. Aamiin J

Terimakasih untuk semua keindahan yang kau berikan sampai saat ini. terimakasih tetap menjagaku dan berbagi tentang dunia ku dunia mu. Terimakasih karena masih tetap menggenggam tanganku dengan erat tanpa spasi. Terimakasih masih menyayangiku dan kan ku kumpulkan semua janji-janji manismu yang kau lontarkan. Terimakasih lagi karena masih mampu menangani semua keributan mulut dan hatiku sampai saat ini.

Di dekatnya aku lebih tenang
Bersamanya jalan lebih terang
Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku
Berdua kita hadapi dunia
Kau milikku ku milikmu kita satukan tuju
Bersama arungi derasnya waktu
Bila di depan nanti
Banyak cobaan untuk kisah cinta kita
Jangan cepat menyerah
Kau punya aku, ku punya kamu, selamanya kan begitu.
Tulus- teman hidup

Buat kamu yang semakin hari semakin menggemaskan J




Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Selamat malam, jarak dan waktu.

Maaf menyapamu terlalu larut malam. Maaf bila aku mengganggumu. Aku hanya ingin menyapa. Apakabarmu hari ini? sudah terlalu larutkah aku untuk bertanya tentang kabarmu kali ini? bagaimana dengan hari-harimu belakangan ini? bagaimana dengan kehidupanmu sampai saat ini? sudah sampai mana kebahagiaan yang kau dapat tanpa aku yang menemanimu?

Iya. Aku masih saja banyak cakap. Wanita yang banyak bicara, aku tau kau tak suka itu. Tapi aku masih saja jadi wanita yang banyak bicara. Apa kau masih membenciku? Atau masih kah kau mengingat yang dulu? Atau jangan-jangan kau memang sudah amnesia dan melupakan semua itu.

Kasian juga aku, yang masih saja mengingat semuanya. Semua hal kecil yang tak pernah kau ingat. Semua hal lalu yang kau lupakan begitu saja. Terlalu lama aku begini, bertanya-tanya sendiri sedang apa kau disana, bagaimana kabarmu, bagaimana harimu, bagaimana perasaan hatimu, siapa saja yang sudah membuatmu tersenyum hari ini? selalu saja seperti itu. Harusnya aku jenuh, tapi entahlah.

Terlalu jauh aku melangkah, mengitari jalan yang sama. Tapi jauhnya jarak yang ku tempuh dengan lintasan yang sama mungkin nantinya akan membuatku lelah. Tapi sekali lagi, entahlah. Aku juga tak mampu berharap lagi. Mungkin, diam-diam kamu yang berharap ditemukan ditempat persembunyianmu?

Dan kamu, Selamat Tanggal 11 Mei  (lagi) :))
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Nanti saat kau lelah, sudah ku siapkan bahuku untukmu. Nanti saat aku lelah, apa yang kau lakukan? Nanti jika amarahmu memuncak, akan ku siapkan es batu beserta air sirup untuk hatimu. Nanti jika amarahku yang memuncak, kau mau siapkan apa? Nanti saat percayamu terkikis, sudah kusiapkan bibit kepercayaan yang siap ku tanamkan lagi dihatimu. Kalau percayaku padamu yang terkikis, apa yang kau laukan? Nanti jika kau merasa rapuh, akan ku tawarkan sayapku untukmu. Nanti jika aku yang rapuh, apa yang kau lakukan? Nanti jika dunia mulai terasa pengap, sudah ku siapkan tabung oksigen untukmu. Nanti jika aku merasa pengap akan dunia ini, apa yang kau lakukan? Nanti kalau ternyata kau tak bersamaku, do’a ku untukmu akan selalu menemani hidupmu. Nanti kalau ternyata aku tak bersamamu, cukup kau selalu bahagia dengan hidupmu itu sudah berarti untukku.


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

I won't give up on us
Even if the skies get rough
I'm giving you all my love
I'm still looking up

Untuk peluh, waktu, harapan dan semua ucapan do’a.

Mungkin kita pernah merasakan bahagia bersama meski saat ini kita merasakan bahagia kita sendiri. Atau mungkin, aku sendiri yang merasa bahagia hingga kau melangkah menjauhpun aku tak sadar. Untuk semua peluh yang bercucuran untuk menahanmu tetap bersama ku, itu rasanya masih tak cukup. Untuk semua waktu yang kusisihkan untukmu, dan masa lalu kita yang selalu menjadi bayang-bayang tiap langkahku, sepertinya masih tak meyakinkanmu. Untuk semua harapan yang selalu ku dendangkan tiap kali ku tatap matamu, rasanya masih belum cukup untuk menahanmu dan meyakinkanmu untuk tetap bersama ku. Bersama-sama menata kembali ruang yang hancur berantakan. Bersama-sama mengambil kesempatan yang ada untuk kita. Tapi rasanya, sampai saat inipun tak mampu jua menakluan hati batumu itu.

Tapi disini, masih bersenandung do’a untukmu. Untuk hidupmu agar selalu bahagia disetiap hembusan nafasmu. Untuk hidupmu, agar kau selalu dilindungi disetiap langkahmu. Untuk hatimu, agar kau tahu bunga mana yang pantas untuk mengharumkan hari-harimu. Agar kau tahu, tempat persinggahan akhirmu saat kau merasa jenuh dengan dunia. Agar kau tahu, bintang mana yang selalu menerangimu dikala malam dan pada siang hari jadi mataharimu yang siap menerangi hari-harimu tanpa sinar yang berlebihan agar kau tak merasa kepanasan.


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

“Hati yang rusak memang mencintai kenangan, walau sadar didalamnya banyak luka dan kekecewaan yang tak pernah sembuh”- Kata Hati @benzbara_

Aku sangat sadar. Sadar sekali bahwa hati ini memang sudah tak sanggup lagi membahagiakan hidupnya. Sadar sekali bahwa tangan ini sudah tak mampu lagi menggenggamnya. Sadar sekali bahwa namaku sudah sama sekali tak terlintas dipikirannya dan sudah bukan rahasia lagi kalau hatinya sudah bersih dari kenangan antara kami berdua. Dan sudah tak ada lagi cerita antara “kita”. Sekeras apapun aku berusaha mendapatkanmu kembali, secepat itu pula dia berusaha pergi jauh dan tak memperdulikan apapun tentang “kita” yang tersisa meski tersisa hanya untukku. Bahkan, dia tak sama sekali memberi kesempatan untuk membuktikan apa yang ingin aku tunjukkan. Kalau ada orang terjahat didunia, harusnya namanya yang ku sebutkan. Tapi entahlah, mungkin tempat yang dia tinggalkan dan masih berantakan ini pun tak kan lagi diperdulikannya. Karena memang ini sudah menjadi urusanku sendiri. Aku yang terlalu berlebihan membiarkan ruangan ini semakin berantakan. Dan akhirnya, aku terlalu repot untuk mengatasinya sendirian. Sudah setengah tertata rapi, kemudian berantakan lagi layaknya kapal pecah. Iya, aku lagi yang buat itu berantakan. Tak ada yang perlu dipersalahkan untuk hal ini, karena memang aku yang selalu berlebihan dan tak sungguh-sungguh untuk membereskannya.

“kalau satu menit saja aku bisa langsung mencintaimu, mengapa dengan satu detik saja aku tak mampu melupakanmu?”

Sampai pada suatu ketika, datang seseorang yang menawarkan jasanya untuk membersihkan ruangan ini yang masih saja kubiarkan berantakan setelah saat itu ku coba membereskannya sendiri dan ternyata gagal. Tapi tak pernah berlangsung lama, mereka yang menawarkan jasanya itu malah kewalahan sendiri dan menyerah kemudian. Dan sepertinya aku yang jahat dan tak pernah membiarkan mereka membereskannya tapi malah membuat mereka bosan karena saat membersihkannya pun aku masih saja mengingat hal terkecil yang terkesan aku tak pernah mau dibantu membereskan ruangan itu.

Dan akhirnya, aku kembali lagi bersama kenangan dan masa lalu itu. Sendiri terdiam dan tak lagi berniat untuk membereskannya. Membiarkan waktu terbuang sia-sia. Tak menghiraukan debu yang semakin lama semakin menebal. Aku mulai lagi terbuai dengan segala fantasi masa lalu ku bersamanya yang sebenarnya tak banyak dibandingkan dengan sakit yang ditinggalkannya. Aku mulai lagi menyayanginya disudut gelap. Aku mulai lagi menikmati keindahannya dari ruang berantakan ini. Tapi sekali lagi, aku menangis dan dengan sendirinya membereskan tempat ini dengan sisa rasa percaya, dia takkan pernah kembali dan takkan pernah mau membantuku membereskan ruang yang lama ditinggalkannya. Sedikit lebih rapi meski hanya dihilangkan debunya.

“ketika ia pergi sambil mengucapkan, terimakasih dan selamat tinggal. Itu artinya, tidak akan ada lagi kita”

Kali ini seseorang datang lagi menawarkan ketulusannya. Ku kira ini akan sama seperti yang lalu. Seketika menyerah dan berlalu begitu saja. Tapi entah mengapa lagi, aku ingin dia tetap bertahan tanpa keraguan, maka tak ku biarkan dia melihat ruangan berantakan yang tak sempat ku bereskan. Ku tutup ruangan itu tak adapun yang tau. Ku tempatkan dia bukan ditempatku yang berantakan. Kuberikan dia ditempat baru. Tempat yang masih kosong, yang terserah sesuka tingkahnya mau dia apakan. Tapi seiring waktu berlalu, dia tahu semuanya tanpa ku tahu sebanyak apa dia tahu dan menemukan ruangan berantakan itu. Aku lebih senang, kalau dia mengetahui semuanya lewat aku. Aku jahat lagi ya? Iya. Aku jahat. Maaf ya.
Aku kira dia akan menyerah setelah tahu itu. Tapi aku tak tahu dia menyerah atau tidak. Dia sempat merubah posisi ku dihatinya. Menjelaskan sebenarnya hubungan apa yang kita jalani. Dan sebenarnya, aku kecewa. Aku kecewa karena dari awal aku yakin dia tak seperti yang lain. Tapi dengan semua yang dia isyaratkan, sepertinya dia memang menyerah dan aku tak punya daya untuk menahannya. Dia pergi. Menghilang. Aku yang tak menahannya.

Tapi kemudian dia kembali lagi. Entah menempatkan ku ketempat yang dahulu sebelum dia mengetahui ruangan berantakan dihatiku atau ini hanya tipu dayanya untuk tiba-tiba menghilang. Tapi yang harus dia tahu, dia masih diruangannya yang dulu. Dan aku, juga masih berusaha membersihkan ruangan sebelah yang berantakan itu. Sendirian untuk kali ini. Dan untuk yang terakhir itu, jangan sampai dia tau. Bukan plin-plan, tapi nanti, dia terlalu repot untuk membantuku membersihkannya.

“Akan selalu ada salah satu dari tujuh warna pelangi yang menjadi favouritemu, meski dengan tujuh warna lebih indah”.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

About me



Holla, saya Melan. Kuli coding yang merangkap sebagai penulis diblog ini. Selain berbagi rasa, disini saya juga berbagi info-info menarik loh. Semoga bermanfaat buat temen-temen semuanya. Selamat membaca dan menikmati. Terima kasih, salam manis dan hangat ♥

Follow Us

  • facebook
  • twitter
  • Instagram

Categories

berbagimanisan foodhunter manisanmanis travelling

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2020 (1)
    • ▼  Mei (1)
      • Dirumah Aja Ya
  • ►  2019 (2)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2018 (8)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (3)
  • ►  2017 (8)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2016 (9)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Januari (4)
  • ►  2015 (7)
    • ►  Desember (3)
    • ►  November (3)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2014 (7)
    • ►  November (2)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2013 (6)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Mei (3)
  • ►  2012 (11)
    • ►  Desember (3)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2011 (11)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (2)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2010 (3)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Juli (2)

View

Friends

FOLLOW ME @INSTAGRAM

Created with by ThemeXpose