• Home
  • About
  • Blog
  • Food
  • Travel
  • Beauty
  • Hype
  • Drama-Korea
facebook twitter instagram linkedin

melanoktavia

"... Aku sampai di bagian bahwa aku telah jatuh cinta. Namun orang itu hanya dapat kugapai sebatas punggungnya saja. Seseorang yang hadir sekelebat bagai bintang jatuh yang lenyap keluar dari bingkai mata sebelum tangan ini sanggup mengejar. Seseorang yang hanya bisa kukirimi isyarat sehalus udara, langit, awan, atau hujan."-- Hanya Isyarat- dewi lestari.

Aku bukan tipikal manusia dan lebih tepatnya- perempuan yang mudah untuk mengatakan bahwa aku merasakan cinta. Cinta yang datang begitu saja tanpa permisi dan merasuk begitu saja kedalam ruang hati yang hampa. Aku tak mudah untuk memuja seorang laki-laki tanpa arah seperti ini. Aku tak mudah untuk tiba-tiba saja menjadi setia seperti ini menunggu tanpa kepastian apa-apa. Tanpa tau. Sendiri. Diam.

Aku juga bukan perempuan yang begitu saja melupakan rasa sakitku dengan mudah. Aku terlalu takut untuk melangkah maju. Diam ditempat sambil mengobati luka ku mungkin lebih baik. Bersama kesendirian dan kesepian akan mengubah semuanya mungkin. Dan aku tak lagi percaya pada cinta.

Cinta itu hanya buat hujan badai ditengah malam sunyi. Cinta itu buat buat warna pelangi kelabu. Cinta itu buat panas matahari ditengah hari bolong sangat terik. Cinta itu ombak ganas dilaut lepas yang menggulungkan semua yg didekatnya. Cinta itu sekali lagi buat aku luka.

"...Tak ada yang muluk dari obat flu dan air putih. Tapi kamu mempertanyakannya seperti putri minta dibuatkan seribu candi dalam semalam."-- Rectoverso Curhat Buat Sahabat- Dewi Lestari.

Lihat saja dan dengar saja semuanya. Tanpa perlu kau berkomentar lebih untuk mendiamkan isak tangisku. Suguhkan saja aku ini beratus-ratus tisu dan bertetes-tetes obat mata. Biarkan saja sampai air mataku diujung penghabisannya. Dan setelah itu, aku bersumpah untuk tak lagi menangis karena alasan apapun.

Setelah aku tak lagi menangis, tak lagi membuang tisu dan obat mata dan kering sudah mataku karena banyaknya airmata yang keluar, aku akan tetap disini. Menanti seorang yang mengulurkan tangannya untuk ku. Membawa aku pergi bersamanya. Menggenggam tanganku dengan erat. Membiarkan aku berjalan disampingnya dengan ujung yang pasti. Dan cukup seorang biasa saja. Tak perlu menggunakan kuda putih. Tak perlu pangeran tampan dari negri dongeng. Tak perlu putra raja dari kerajaan tersohor.

Aku akan menunggu ditempat ini. Tak peduli berapa detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun, windu, abad atau dekade sekalipun. Dan aku akan tetap disini sampai kau yang menjemputku. Akan ku biarkan detik tertawa, menit mengoceh dan jam mengasihaniku. Aku tambah tak peduli untuk hari yg ku habiskan, minggu yang tak terasa, bulan yang lewat begitu saja, atau mungkin abad yang menangisi ku. Dan aku pastikan aku tetap disini. Dan terakhir, aku tetap percaya semua akan sangat terlihat indah bila memang waktunya.
Share
Tweet
Pin
Share
2 komentar
Bintang berdusta padaku
Dia isyaratkan malam ini akan datang
Dia akan beri lagi cahayanya untukku malam ini
Isyaratnya ia ingin menemaniku lagi
Takkan biarkan aku menangis sendirian
Takkan biarkan lagi aku berjalan sendiri ditengah malam

Kemarin bintang indah
Datang dengan sinar yang berkilau
Mengahapus air mataku saat aku menangis
Menemani dengan setia saat aku berjalan sendiri

Dan saat itu, ucapnya dia akan datang kembali melihatku tersenyum
Tak ingin lagi melihat air mata dipipiku
Tak kan biarkan aku sendirian
Dia berucap dengan bulan sebagai saksinya
Tapi saat aku datang dengan senyum dan
Tanpa air mata dipipi
Bintang membiarkan aku sendirian.


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan
Setiap awal pasti ada akhir
Setiap ada tangis pasti ada bahagia
Setiap ada luka pasti ada obatnya
Setiap ada kelebihan pasti ada kekurangan
Setiap ada kebaikan pasti ada kejahatan
Setiap ada kesabaran pasti ada kekhilafan
Setiap ada keindahan pasti ada keburukkan
Setiap ada yang pergi pasti ada yang akan datang

Itu yang membuat aku— disini sendirian
Mencoba mengerti apa yang sekarang terjadi
Mencoba memahami apa yang sedang dihadapi
Mencoba menjalani yang sekarang terjalani
Dan mencoba mengerti hatimu

Saat pertama kita bertemu
aku sudah yakin bahwa ini takkan lama akan ada perpisahan
ketika kita mengawalinya
aku sudah yakin pasti ini akan segera berakhir
ketika aku masih tertawa bahagia denganmu
aku yakin pasti kau akan membuatku menangis pada akhirnya
ketika aku terluka olehmu, aku yakin akan ada obat yang akan menyembuhkannya
ketika kau sedang berlebihan bersamaku—itu ku nikmati
ku tahu pada akhirnya kau akan mengurangi intensitas waktu bersamaku
ketika kau masih sangat baik terhadap hatiku
aku tahu pasti kalau pada akhirnya hatimu akan berbuat jahat pada hatiku
aku sadar ketika aku masih bersabar menunggumu
pada akhirnya aku akan khilaf untuk meninggalkanmu
saat kita masih dalam lingkaran keindahan
aku yakin pasti kita akan masuk dalam segitiga keburukan
saat kau pergi—
aku sangat yakin dan tahu pasti bahwa akan ada yang datang padaku lagi

tapi sayang, aku tak sangat mengerti
tentang keadaan yang sekarang terjadi
antara aku, kamu dan dia yang kau pilih.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Aku ingin bermain dipelangi bersamamu
Aku ingin berlarian diawan bersamamu
Aku ingin menggoda angin topan bersamamu
Aku ingin merayu badai gurun bersamamu
Aku ingin menggapai bintang bersamamu
Aku ingin memarahi petir bersamamu
Aku ingin meloncati planet bersamamu
Aku ingin menghias langit bersamamu
Aku ingin mewarnai bulan bersamamu
Aku ingin berenang disamudera luas bersamamu
Aku ingin menyelam kedasar laut bersamamu
Dan semuanya bersamamu

Layaknya burung merpati
Kau pergi jauh
Baru sebentar dan sesaat kau menghilang
Aku sang merpati betina
ikut terbang mencari keberadaanmu saat ini
Merpati jantanku

Tapi aku layaknya sang bunga
Yang menantikan kumbang menghampiriku

Mungkin saja
Kau akan menghapusku
Seperti tulisan diatas pasir yang tersapu ombak

Tolong letakkan namaku dihatimu
Meski ditempat paling dalam dan
Bukan tempat terindah--

Aku hanya ingin kau
Dan ku tau kau akan tau
karena slama ini kau tau
Kau tau semuanya

Dan tidakkah aku disini seperti wanita penghibur?
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Kali ini

Disudut kamar tidurku

Aku masih meringkuk meratapi kesedihanku

Tidak lagi dengan mata bengkak

Airmata yg berlinang

Atau tisu yang berserakan


Semua sudah ku rapikan,

Tempat tidurku yang orang lain kira

Pasti terkena banjir bandang

Sudah kurapikan dan sudah ku keringkan

Semua tisu sudah ku buang ketempatnya

Semua airmata sudah ku hapus

Tapi mata bengkak ku

masih terlihat agak sedikit bengkak

Dan puzzle hatiku masih ku tata rapi

Agar terlihat sempurna seperti kemarin

Sebelum hancur tanpa bentuk


Aku hirup udara disekitarku

Aku bernafas-- masih

Tapi tanpa udara yg saat ini hilang

Udara yang sangat dan paling menyejukkan

Untukku--

Udara yang bisa buat aku bersemangat

Buat aku terus tersenyum

karena ku tahu udara itu masih disekitarku


Tapi saat ini,

Aku bernafas tanpa udara itu-

Tanpa udara yang kemarin

Udara kali ini membuat dadaku sesak

Tapi aku mencoba untuk bertahan

Meski ku tahu

semua organ tubuhku menolak

Dengan halus ataupun dengan tidak sopan


Disudut kamarku

Aku mencoba menghirup kembali

udara disekitarku dengan perlahan--

Merasakan udara yg menyapa

Menikmati udara yg menggoda


Tapi tak ku temukan

Udara yang kemarin

Seperti yang saat itu


Jujur, aku merindukannya

Aku rindu dan sangat sangat rindu

Bukan naif atau munafik

Tapi sungguh aku rindu

Aku menginginkannya lagi

Meski udara itu

sempat membuat dadaku sesak

Dan membuat hidupku seakan berakhir


Kawan,

Tolong rasakan udara disekitar kalian,

Adakah udara yg memiliki ciri

Seperti yang ku katakan tadi?

Tolong rasakan sejenak

Hanya sejenak rasakan udara disekitar kalian


Kalau diantara kalian

Ada yang merasakan udara ku

Sampaikan salam termanis dariku untuk udara paling sejuk itu

Sampaikan rinduku padanya

Dan katakan padanya aku masih seperti yang dulu

Masih seperti aku yg pertama kali ia sapa


Katakan juga padanya,

Jangan pernah ia ragu untuk berhembus

Aku takkan pernah berharap ia kembali

Kau hanya perlu tahu

Kalau aku merindukanmu-- jujur


Disudut kamarku kala itu

Aku mulai beranjak dari posisi dudukku

Dan aku mulai membuka jendela kamarku

Juga mulai membuka pintu kamarku

Yang lama tak kunjung ku buka

Sejak saat itu--
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts

About me



Holla, saya Melan. Kuli coding yang merangkap sebagai penulis diblog ini. Selain berbagi rasa, disini saya juga berbagi info-info menarik loh. Semoga bermanfaat buat temen-temen semuanya. Selamat membaca dan menikmati. Terima kasih, salam manis dan hangat ♥

Follow Us

  • facebook
  • twitter
  • Instagram

Categories

berbagimanisan foodhunter manisanmanis travelling

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2020 (1)
    • ▼  Mei (1)
      • Dirumah Aja Ya
  • ►  2019 (2)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2018 (8)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (3)
  • ►  2017 (8)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2016 (9)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Januari (4)
  • ►  2015 (7)
    • ►  Desember (3)
    • ►  November (3)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2014 (7)
    • ►  November (2)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2013 (6)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Mei (3)
  • ►  2012 (11)
    • ►  Desember (3)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2011 (11)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (2)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2010 (3)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Juli (2)

View

Friends

FOLLOW ME @INSTAGRAM

Created with by ThemeXpose