• Home
  • About
  • Blog
  • Food
  • Travel
  • Beauty
  • Hype
  • Drama-Korea
facebook twitter instagram linkedin

melanoktavia

Wajah elok nan rupawan mu masih menjadi juara di hati ini.
Tutur manis kata-katamu masih syahdu terdengar di setiap sudut telingaku.
Ketangguhanmu masih menjadi kekuatan dihati ini.
Kesabaranmu dan kehebatanmu selalu jadi pelukan untuk perangaiku ini.
Belaianmu masih sangat terasa lembutnya disetiap ujung jarimu dan telapak tanganmu pada pundak ini.
Pelukan hangatmu masih sangat menghangatkan hati yang dingin ini karena tertusuk angin luka.
Kau masih menjadi yang pertama dihati ini, dihidup ini dan disetiap ucapan do’a ini.
Kau masih terus menjadi yang pertama sebagai tujuan hidup, aku hanya ingin membahagianmu disetiap saat selama aku mampu.
Aku ingin terus melihat ukiran senyum manismu di sela-sela bibir indahmu.
Aku tak ingin melihat kau menangis karena apapun juga.
Dengan sekuat tenaga akan ku hapuskan semua air matamu dan menggantinya dengan kebahagiaan tiada berujung untukmu.
Akan ku musnahkan semua keresahanmu tentang apapun alasan yang membuatmu memurungkan wajah cantik sepanjang masamu.

Aku ingin terus dipeluk olehmu.
Aku ingin terus tertidur pulas dipelukanmu.
Aku ingin terus merasakan hangat dekapmu saat aku merasa dunia sudah terlalu dingin.
Aku ingin terus merasakan kesejukan berada disisimu saat cinta terlalu panas membakar luka.
Aku ingin terus menceritakan semua hari-hariku.
Aku ingin menceritakan semua kisah ku yang ingin menjadi terbaik untukmu.
Aku ingin terus membuatmu tersenyum bangga.
Aku ingin kau tau semuanya hanya untukmu.
Sekali lagi, aku ingin menjadi yang terbaik untukmu.

Hari ini, 5 Juni 2012, umurmu makin bertambah. Pelukanmu masih sangat menghangatkan setiap hariku, senyummu memaniskan pagiku, dan do’amu selalu menjagaku setiap detiknya. Aku selalu mendo’akan yang terbaik untukmu. Selalu menginginkan menjadi yang terbaik untukmu dan tak pernah mengecewakanmu sekalipun. Aku takkan menjadi seorang anak pembangkang lagi. Aku akan turuti semua yang kau perintahkan karena aku selalu tau semua yang kau lakukan untukku pasti yang terbaik untukku. Tapi Kali ini, aku sadar masih belum bisa menjadi yang benar-benar terbaik dan yang bisa dibanggakan untukmu.

Selamat ulang tahun ibu :”)
Panjang umur dan sehat selalu. Selalu bahagia disetiap langkahmu. Tak ada lagi tetesan airmata sendu yang keluar dari sudut matamu. Semua yang terbaik untukmu pasti akan aku lakukan :”)

mama you know i love you
mama you're the queen of heart
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Rindu.
Rindu satu ini tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Rindu yang ini tak bisa dipuitiskan dengan kalimat-kalimat indah nan elok dan rindu ini pun tak mungkin ditunjukkan dengan gerak tubuh memuja. Rindu ini hanya disiratkan dengan isyarat.

Rindu yang entah tiap detiknya terkadang menusuk menyesakkan nafas. Rindu yang kian lama kian menari-nari diawang-awang otak. Rindu yang terkadang membuat tetesan hujan jatuh. Rindu yang satu ini. Rindu yang dirindukan.

Merindukan sosok yang kini hilang entah kemana dan dimana.
Sosok yang dulu menggelitik hati.
Sosok yang dulu menjadi pujaan.
Sosok yang dulu siap menemani tawa dan tangis.
Sosok yang dahulu. Bukan yang saat ini ada dihadapan.
Sosok yang dahulu. Yang saat ini kupandangi tiap sudut wajahnya dalam figura kenangan.

Aku merindukanmu yang sangat misterius.
Aku merindukanmu yang hanya terdiam dibarisan belakang.
Aku merindukanmu yang sangat dingin.
Aku merindukanmu yang tak banyak bicara.
Aku merindukanmu berbicara aku- dan kamu.
Aku merindukanmu yang tak pernah menyalahkan waktu.
Aku merindukan semua ceritamu.
Aku merindukan mengetahui tiap harimu.

Aku merindukanmu yang saat menonton twilight di tv harus meminjam tv dan antena temanmu.
Aku merindukan cerita-ceritamu. Rindu mendengarkan ceritamu merindukan keluargamu.
Rindu mendengarkanmu yang saat kebogor menggunakan kereta ekonomi untuk menghadiri ulangtahun temanmu satu tahun yang lalu bersama teman-temanmu dan kau kehilangan salah satu sendalmu saat berdesak-desakkan didalam kereta.
Rindu saat kau bercerita dalam perjalanan kerumah temanmu itu, semua temanmu kena sial karena terjatuh dikubangan air.
Rindu membaca semua pesanmu yang saat sampai di rumah temanmu karena suasananya kemudian kau merindukan keluargamu yang jauh disana.
Rindu melihatmu menunjukkan ekspresi keseriusanmu saat menatap layar laptopmu.
Rindu membaca semua ceritamu tentang games kesayanganmu.
Rindu mengalahkan egoku sendiri.
Rindu bersabar saat merindukan perhatianmu.
Rindu bersabar menantikan balasan sms darimu.
Rindu mengganti ringtone hp mu dengan bunyi yg sangat keras agar kau tau kalau aku mengirimkan pesan.
Dan rindu dengan semua kepolosanmu. Tingkahmu, senyummu, gelak tawamu, dan semua tulisan saat membalas smsku.
Rindu mendapatkan semangat darimu.
Dulu yang penuh dengan jujur, polos dan apa adanya.

Takkan ada habisnya jika semua rindu ini dituangkan, sama saja seperti menuang seteko kopi kedalam cangkir kecil, berceceran hingga keluar. Dan mengotori sekitarnya dengan noda hitam kopi.

Maaf aku menodai hidupmu dengan rindu laknatku.

Aku-sangat-merindukanmu.
Titik!
Itu saja!

Ku harap kau merindukanku walau hanya sedetik seperti angin yg berhembus, seperti udara yg tak terlihat tpi bisa dirasakan dan tak perlu sebesar rinduku padamu.

"Otak bisa nyaring. Mana yg harus di inget, mana yg harus dilupain."
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Dua bulan yang lalu itu rasanya seperti mendapatkan asupan energi baru untuk mengepakkan sayap. 1 bulan yang lalu itu rasanya aku sudah dapat terbang dengan sayap yang baru. Dan aku mulai ingin mengajaknya untuk bersama-sama menari diawan. Tapi 4 hari yang lalu dia menghilang. Entah terbawa angin atau karena ada alasan lain yang tak sempat ia ucapkan karena waktu yang tak mau menunggu. Dan kali ini sayapku kembali rapuh. Aku kembali terjatuh dari ketinggian dan terhempas dibebatuan. Sama seperti sebelum dua bulan yang lalu. Tidak perlu iba melihatnya. Ini sudah biasa dan entah untuk kali ini sayapnya masih bisa diperbaiki atau tidak.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Semuanya sudah berguguran. Kenangannya, senyumnya, kisahnya dan hatinya. Berguguran bukan untuk hati ini, bukan untuk kisah ini dan senyum ini. Sudah memiliki kisah baru, hati baru dan orang yg mampu diberikan senyuman setiap hari.

Tak saling menyapa, tak saling mengetahui kabar, tak saling bersenda gurau harusnya menjadi  pelatihan khusus hati saat memang sudah ditiadakan dengan sungguh-sungguh. Seharusnya menjadi sebuah batas waktu, kalau memang benar sudah waktunya berhenti berjuang mempertahankan sesuatu yg tak lagi seharusnya diperjuangkan.

Harusnya air matanya sudah tak lagi diberikan untuk kisah lampau ini. Harusnya tulisan di blog ini sudah ditutup untuk kisah yang lalu itu. Harusnya saat menulis blog ini sudah tak lagi meneteskan air mata. Dan harusnya sudah tak ada lagi kenangan yang tertinggal. Dan seharusnya hati ini tak lagi terasa sesak.  Harusnya lukanya sudah mengering karena waktu. Harusnya sudah mulai ikhlas. Harusnya tak seperti ini. Harusnya sadar dengan apa yang dilakukan.

Entah harus berapa kilogram angin untuk menghapus air mata. Angin pun sudah enggan untuk menghampiri. Entah berapa puluh ribu udara yang harus berhembus untuk memberikan oksigen dan kekuatan untuk raga yang teramat rapuh ini.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
mawar ga pernah meminta kumbang menghampirinya.
mawar ga pernah memohon pada kumbang untuk menemaninya.
mawar ga pernah memelas pada kumbang agar mau kembali menghampirinya.
kumbang yang menghampiri mawar dengan sendirinya.
kumbang sendiri yang tertarik akan rupa elok mawar.
kumbanglah yang menemani mawar tanpa harus dipinta.

dan kali ini aku akan jadi mawar.
tak akan meminta kembali hatimu.
tak akan memohon kembali cintamu.
dan tak akan memelas kembali rindu untukku.

dia sendiri yang nantinya akan menghampiri sepi
dia sendiri yang akan datang menemani sosok kesepian
dia sendiri yang akan pulang kembali dalam pelukan hangat jika memang dia orang yang tepat.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Jam dinding menunjukkan angka 03.40 dini hari waktu bagian Indonesia barat. Mengantuk? Tidak. Mungkin efek kopi yg tadi kuminum atau mungkin karena seteguk kenangan yg tadi sempat terlintas.
Ketika sepi memang benar-benar mencekik, rasa rindu menyapa dengan mesra seolah musik-musik pengantar kematian. Entahlah, tapi yg kali ini aku rasakan bukan sekarat, tapi mungkin lebih ke over dosis. Iya over dosis karena merindukanmu.

Ini sudah terlalu lama dan amat terlalu lama aku menantinya datang kemari menjemputku. Aku duduk disini, ditempat dimana seseorang mencampakanku begitu saja dengan meninggalkan luka yg teramat dalam yg hingga kinipun belum juga mengering.

Ketika itu aku merasa sepi. Hampa lebih tepatnya. Aku sendiri disini. Bernyanyi sendiri. Berdansa sendiri. Meloncat sendiri. Melamun sendiri. Sedangkan bulan diatas sana dengan sangat angkuhnya memamerkan kemesraannya bersama bintang. Dan aku iri.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Stiap orang pasti mengalami perubahan. Entah ke arah yg positif atau negatif, yg pasti itu pilihan hidup mereka. Emang cuma waktu yg bikin semuanya berubah. Ketika waktu benar-benar tak lagi memberi kesempatan, maka waktu juga yang membuat perubahan. Waktu emang ga bisa diulang. Dan gw emang ga bisa yg namanya nyalahin waktu.

Ketika semua benar-benar berubah, gw ga tau apa yg terjadi. Gw cuma tau, gw merindukan masa lalu. Semuanya. Semua yg pernah terlewati. Masa lalu emang ga semuanya manis, kadang kala juga pahit. Tapi kadang, gw mikir kenyataan yg sekarang lebih pahit dari masa lalu. Dan seandainya ada mesin waktu.

Menapaki tempat-tempat yang berhubungan dengan masa lalu pasti akan terasa sedikit memiris. Entah memiris apa tapi rasanya itu sesak nafas. Apalagi tau kalo disana memang sudah berubah. Semuanya.
Bersyukur. Satu-satunya cara untuk mengendalikan penyesalan yg berlebihan, cuma bersyukur yang bisa bikin kita tidak menyalahkan waktu. Setiap peristiwa pasti ada hikmahnya. Dan setiap masa lalu pasti ada pelajaran dibalik itu semua.

"Aku merindukan kamu yang dulu"
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

About me



Holla, saya Melan. Kuli coding yang merangkap sebagai penulis diblog ini. Selain berbagi rasa, disini saya juga berbagi info-info menarik loh. Semoga bermanfaat buat temen-temen semuanya. Selamat membaca dan menikmati. Terima kasih, salam manis dan hangat ♥

Follow Us

  • facebook
  • twitter
  • Instagram

Categories

berbagimanisan foodhunter manisanmanis travelling

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2020 (1)
    • ▼  Mei (1)
      • Dirumah Aja Ya
  • ►  2019 (2)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2018 (8)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (3)
  • ►  2017 (8)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2016 (9)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Januari (4)
  • ►  2015 (7)
    • ►  Desember (3)
    • ►  November (3)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2014 (7)
    • ►  November (2)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2013 (6)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Mei (3)
  • ►  2012 (11)
    • ►  Desember (3)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2011 (11)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (2)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2010 (3)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Juli (2)

View

Friends

FOLLOW ME @INSTAGRAM

Created with by ThemeXpose