• Home
  • About
  • Blog
  • Food
  • Travel
  • Beauty
  • Hype
  • Drama-Korea
facebook twitter instagram linkedin

melanoktavia

Bagaimana caranya agar kamu tau bahwa kau lebih dari indah didalam hati ini
Lewat lagu ini ku ingin kamu mengerti aku sayang kamu ku ingin bersama mu

Saat itu aku sangat menginginkannya
Saat itu aku memendam rasa yang teramat dalam
Saat itu untuk menyentuh tangannya pun aku tak mampu
Saat itu saat melihat senyumnya saja aku sudah sangat bahagia
Saat itu ketika aku ingin menyapanya, tak mampu lagi kalimat tertata dengan benar
Saat itu saat dimana kami berpapasan, tak mampu lagi untuk aku melihat matanya
Saat itu itu saat aku sangat mengagumi dan menyayanginya tanpa ia tau

Denganmu semua air mata menjadi tawa suka ria akankah kau selalu ada menemani dalam suka duka?
Denganmu aku bahagia, denganmu semua ceria, janganlah kau berpaling dariku karena kamu Cuma satu untukku

Kemarin itu saat kau tatap aku
Kemarin itu saat aku juga tatap mata kau
Kemarin itu saat kau tersenyum padaku
Kemarin itu saat saat kau tatap aku
Kemarin itu saat aku juga tatap mata kau
Kemarin itu saat kau tersenyum padaku
Kemarin itu saat aku pun tersenyum manis padamu
Kemarin itu saat kau untuk pertama kalinya mengucapkan kalimat yg aku inginkan
Kemarin itu saat aku untuk kesekian kalinya mendengarkan suara merdumu
Kemarin itu saat sayangku makin membesar
Kemarin itu saat tanganku bergetar hebat
Kemarin itu saat keringatku lebih banyak
Kemarin itu disaat kamu ucapkan sayang padaku
Dan kemarin itu disaat aku juga ucapkan sangat sayang padamu

Dan jangan berakhir cintamu padaku sungguh ku tak mau kau jauh dariku
Maafkan segala raguku padamu kini ku sadari cinta yg kucari

Dan disaat itu
Disaat kita mulai tak berarah
Disaat kita mulai tak beriringan
Disaat kamu untuk kamu
Disaat aku untuk aku
Disaat aku dan kamu bukan untuk kita
Disaat kerikil tajam menghampiri
Dimana disaat itu
Kamu tetap menjadi orang yang dari awal aku banggakan
Kamu tetap menjadi satu-satunya yang aku sayang
Dan kita mualai searah kembali
Dan kita mulau beriringan kembali
Dan kita mulai berjalan bersama kembali

Apabila mungkin saat semua berubah
Kuharap rasa sayang itu tetap ada
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Aku ingin sekali bercerita banyak padamu
Sungguh
Bercerita tentang kehidupanku
Bercerita tentang tangis dan tawaku dalam hidup
Bercerita tentang kamu

Aku juga ingin sekali mendengarkan banyak cerita dari kamu
Sungguh
Cerita tentang kehidupanmu
Cerita tentang tangis dan tawa dalam hidupmu
Bercerita tentang aku

Aku dan kamu sungguh ingin bercerita
Ceritakan semua yang kau sukai dariku
Ku ceritakan semua yang ku sukai darimu
Ceritakan semua yang kau benci dariku
Ku ceritakan semua yang ku benci darimu

Buat semuanya tanpa kepura-puraan
Seperti yang kita tau bahwa bunga melati berwarna putih
Seperti yang kita tau bahwa matahari terbit disebelah timur dan tenggelam dibarat
Seperti yang kita tau bahwa benda yang terlempar keatas akan jatuh kebawah
Dan yang aku tau, kamu sayang aku
Dan yang kamu tau, aku sangat sayang kamu
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Angin berhembus sepoi-sepoi
Mengantarkan ku pada ingatan tentangmu kala itu
Saat dimana kau biarkan aku mencari sendiri arti dari tatapanmu
Seandainya saat itu ayahku ada disini
Kau akan ku adukan pada nya
Karena telah membiarkan putri tersayangnya tersesat sendirian
Dan kupastikan nyawamu jadi taruhannya- pasti

Aku memang akan mengadukanmu pada ayahku
Aku akan katakan pada ayahku,
Bahwa ada laki-laki disana yang buat aku terus merasakan keindahan
Laki-laki itu membiarkan aku tenggelam dan larut dalam hatinya
Terus saja membiarkanku tanpa rasa berdosa
Hingga aku hilang arah ketika dijalan menuju pusat hatinya
Ayahku pasti mendengarkan dengan seksama setiap kata yang ku ucapkan
dan kalimat yang kuceritakan pasti akan beliau perhatikan
Karena ayahku akan membelaku- pasti

Dan saat ini
Kau sudah ku adukan pada ibu ku, ibu nomer 1 di dunia
Ku katakan semua tentangmu
Ku ceritakan hariku bersamamu
Ku tuangkan semua yang kurasakan tiap harinya saat denganmu
Ku ucapkan semua kata yang kuucapkan padamu hingga kata yang tak sempat ku ucapkan padamu
Ku biarkan ibuku mengetahui semuanya

Tenang saja, kali ini taruhannya bukan nyawamu- pasti
Karena ibu ku tak setega itu dan aku takkan berani mempertaruhkan nyawamu
Ibuku mendengar semua kisahku tentangmu
Ibuku dengan sabar menyimak semua ceritaku
Ibuku menggenggam tanganku saat air mata tiba-tiba jatuh dari sudut kehampaan
Kekuatan itu ada- magic

Dan ibuku katakan padaku
Toh kita tak pernah tau kearah mana angin berhembus
Cari yang terbaik untuk hidup kita disini dan diakhirat nanti
Cari pria yang mampu jadi imam
Dan biarkan proses pertemuan itu terjadi dengan sangat indah menurut skenario yang Allah berikan.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Seteguk lagi untuk teh hangat
yang ku buat dengan manis yang pas
Terbawa lagi aku kedunia mu
yang penuh dengan rasa manis
Disudut ini, sendirian, fikiranku entah berlarian kearah mana
Toh setan penunggu tempat itu
sudah sangat bersahabat dengan kondisi ku saat ini
Mereka takkan sudi untuk masuk ketubuh ku, ya toh?

Angin dan rintik hujan benar-benar berkawan dengan ku
Udara dingin merasuk ke hatiku yang rapuh
Menebarkan serpihan-serpihan hatiku kemudian hilang
Lalu tak berapa lama kembali lagi rasa sakitnya

Aku mati rasa
Rasaku mati
Dan aku mati.

Selamat datang April
Tapi aku masih mati dalam kehampaan.
Selamat malam
Tidur pulas tanpa siapapun
Semoga berhasil menghapus air mata dan
tersenyum dalam kerapuhan.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
"... Aku sampai di bagian bahwa aku telah jatuh cinta. Namun orang itu hanya dapat kugapai sebatas punggungnya saja. Seseorang yang hadir sekelebat bagai bintang jatuh yang lenyap keluar dari bingkai mata sebelum tangan ini sanggup mengejar. Seseorang yang hanya bisa kukirimi isyarat sehalus udara, langit, awan, atau hujan."-- Hanya Isyarat- dewi lestari.

Aku bukan tipikal manusia dan lebih tepatnya- perempuan yang mudah untuk mengatakan bahwa aku merasakan cinta. Cinta yang datang begitu saja tanpa permisi dan merasuk begitu saja kedalam ruang hati yang hampa. Aku tak mudah untuk memuja seorang laki-laki tanpa arah seperti ini. Aku tak mudah untuk tiba-tiba saja menjadi setia seperti ini menunggu tanpa kepastian apa-apa. Tanpa tau. Sendiri. Diam.

Aku juga bukan perempuan yang begitu saja melupakan rasa sakitku dengan mudah. Aku terlalu takut untuk melangkah maju. Diam ditempat sambil mengobati luka ku mungkin lebih baik. Bersama kesendirian dan kesepian akan mengubah semuanya mungkin. Dan aku tak lagi percaya pada cinta.

Cinta itu hanya buat hujan badai ditengah malam sunyi. Cinta itu buat buat warna pelangi kelabu. Cinta itu buat panas matahari ditengah hari bolong sangat terik. Cinta itu ombak ganas dilaut lepas yang menggulungkan semua yg didekatnya. Cinta itu sekali lagi buat aku luka.

"...Tak ada yang muluk dari obat flu dan air putih. Tapi kamu mempertanyakannya seperti putri minta dibuatkan seribu candi dalam semalam."-- Rectoverso Curhat Buat Sahabat- Dewi Lestari.

Lihat saja dan dengar saja semuanya. Tanpa perlu kau berkomentar lebih untuk mendiamkan isak tangisku. Suguhkan saja aku ini beratus-ratus tisu dan bertetes-tetes obat mata. Biarkan saja sampai air mataku diujung penghabisannya. Dan setelah itu, aku bersumpah untuk tak lagi menangis karena alasan apapun.

Setelah aku tak lagi menangis, tak lagi membuang tisu dan obat mata dan kering sudah mataku karena banyaknya airmata yang keluar, aku akan tetap disini. Menanti seorang yang mengulurkan tangannya untuk ku. Membawa aku pergi bersamanya. Menggenggam tanganku dengan erat. Membiarkan aku berjalan disampingnya dengan ujung yang pasti. Dan cukup seorang biasa saja. Tak perlu menggunakan kuda putih. Tak perlu pangeran tampan dari negri dongeng. Tak perlu putra raja dari kerajaan tersohor.

Aku akan menunggu ditempat ini. Tak peduli berapa detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun, windu, abad atau dekade sekalipun. Dan aku akan tetap disini sampai kau yang menjemputku. Akan ku biarkan detik tertawa, menit mengoceh dan jam mengasihaniku. Aku tambah tak peduli untuk hari yg ku habiskan, minggu yang tak terasa, bulan yang lewat begitu saja, atau mungkin abad yang menangisi ku. Dan aku pastikan aku tetap disini. Dan terakhir, aku tetap percaya semua akan sangat terlihat indah bila memang waktunya.
Share
Tweet
Pin
Share
2 komentar
Bintang berdusta padaku
Dia isyaratkan malam ini akan datang
Dia akan beri lagi cahayanya untukku malam ini
Isyaratnya ia ingin menemaniku lagi
Takkan biarkan aku menangis sendirian
Takkan biarkan lagi aku berjalan sendiri ditengah malam

Kemarin bintang indah
Datang dengan sinar yang berkilau
Mengahapus air mataku saat aku menangis
Menemani dengan setia saat aku berjalan sendiri

Dan saat itu, ucapnya dia akan datang kembali melihatku tersenyum
Tak ingin lagi melihat air mata dipipiku
Tak kan biarkan aku sendirian
Dia berucap dengan bulan sebagai saksinya
Tapi saat aku datang dengan senyum dan
Tanpa air mata dipipi
Bintang membiarkan aku sendirian.


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan
Setiap awal pasti ada akhir
Setiap ada tangis pasti ada bahagia
Setiap ada luka pasti ada obatnya
Setiap ada kelebihan pasti ada kekurangan
Setiap ada kebaikan pasti ada kejahatan
Setiap ada kesabaran pasti ada kekhilafan
Setiap ada keindahan pasti ada keburukkan
Setiap ada yang pergi pasti ada yang akan datang

Itu yang membuat aku— disini sendirian
Mencoba mengerti apa yang sekarang terjadi
Mencoba memahami apa yang sedang dihadapi
Mencoba menjalani yang sekarang terjalani
Dan mencoba mengerti hatimu

Saat pertama kita bertemu
aku sudah yakin bahwa ini takkan lama akan ada perpisahan
ketika kita mengawalinya
aku sudah yakin pasti ini akan segera berakhir
ketika aku masih tertawa bahagia denganmu
aku yakin pasti kau akan membuatku menangis pada akhirnya
ketika aku terluka olehmu, aku yakin akan ada obat yang akan menyembuhkannya
ketika kau sedang berlebihan bersamaku—itu ku nikmati
ku tahu pada akhirnya kau akan mengurangi intensitas waktu bersamaku
ketika kau masih sangat baik terhadap hatiku
aku tahu pasti kalau pada akhirnya hatimu akan berbuat jahat pada hatiku
aku sadar ketika aku masih bersabar menunggumu
pada akhirnya aku akan khilaf untuk meninggalkanmu
saat kita masih dalam lingkaran keindahan
aku yakin pasti kita akan masuk dalam segitiga keburukan
saat kau pergi—
aku sangat yakin dan tahu pasti bahwa akan ada yang datang padaku lagi

tapi sayang, aku tak sangat mengerti
tentang keadaan yang sekarang terjadi
antara aku, kamu dan dia yang kau pilih.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

About me



Holla, saya Melan. Kuli coding yang merangkap sebagai penulis diblog ini. Selain berbagi rasa, disini saya juga berbagi info-info menarik loh. Semoga bermanfaat buat temen-temen semuanya. Selamat membaca dan menikmati. Terima kasih, salam manis dan hangat ♥

Follow Us

  • facebook
  • twitter
  • Instagram

Categories

berbagimanisan foodhunter manisanmanis travelling

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2020 (1)
    • ▼  Mei (1)
      • Dirumah Aja Ya
  • ►  2019 (2)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2018 (8)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (3)
  • ►  2017 (8)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2016 (9)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Januari (4)
  • ►  2015 (7)
    • ►  Desember (3)
    • ►  November (3)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2014 (7)
    • ►  November (2)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2013 (6)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Mei (3)
  • ►  2012 (11)
    • ►  Desember (3)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2011 (11)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (2)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2010 (3)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Juli (2)

View

Friends

FOLLOW ME @INSTAGRAM

Created with by ThemeXpose